Kucing Hutan Jawa: Kucing Endemik yang Eksotis

3 min read

Kucing hutan Jawa merupakan jenis kucing yang secara fisik mempunyai rupa menyerupai macan. Kucing hutan ini alamiahnya hidup liar di sekitar ekosistem hutan, meskipun bisa dipelihara menjadi kucing rumahan. Binatang yang terkategorikan dalam anggota Felidae ini mempunyai berbagai variasi ukuran.

Kucing hutan yang berukuran besar lebih suka hidup di alam, sedangkan beberapa jenis lainnya termasuk dalam satwa dilindungi. Berikut informasi seputar kucing hutan khususnya yang habitat alaminya di Pulau Jawa.

Kucing Hutan Jawa

Kucing hutan sering disebut juga dengan macan akar. Kucing ini mempunyai ciri fisik berupa badan pendek, bulunya yang halus, serta warna tubuh khas berupa kecoklatan serta belang hitam di bagian tengkuk hingga kepala.

Kucing Hutan Jawa

Kucing ini memiliki totol hitam sebagai corak bulunya, inilah yang menjadi pembeda kucing hutan dengan kucing rumahan. Untuk merawat kucing ini tidak jauh berbeda dengan metode perawatan kucing biasa. Ini dia tips merawat kucing hutan.

Perhatikan Kadar Nutrisi yang Diberikan

Kucing hutan membutuhkan lebih banyak nutrisi daripada kucing biasa karena mereka cenderung aktif serta proses metabolisme dalam tubuhnya bekerja sangat cepat. Idealnya Anda bisa memberi makan kucing 3—4 kali sehari. Porsi makan seimbang antara dry food dan wet food perlu dilakukan.

Berikan Makanan Khusus Kucing Hutan

Makanan bagi kucing hutan Jawa bisa mulai diberikan ketika ukuran tubuhnya sudah beranjak besar. Makanan yang bergizi bagi kucing hutan adalah kandungan karbohidrat dan protein tinggi. Kucing hutan sangat aktif dalam bergerak, sehingga makanan bernutrisi berfungsi untuk mensupport energi agar selalu lincah.

Perhatikan Kebersihan Tubuh

Kucing hutan mungkin tidak perlu dimandikan sebanyak kucing biasa. Anda bisa mulai memandikannya ketika dirasa aroma tubuhnya sudah tidak enak serta bulunya tampak kusam. Kucing hutan bisa bermain ke segala tempat, sehingga sangat mungkin tubuhnya mudah kotor. Mandikan kucing dengan menggunakan sampo khusus dan bersihkan pada bagian kukunya.

Ajaklah Kucing Hutan Keluar Rumah

Pada hakikatnya kucing hutan Jawa adalah binatang yang dekat dengan alam. Mereka secara alami suka saat berinteraksi dengan lingkungan bebas. Oleh karena itu jika Anda memelihara kucing hujan ajaklah untuk keluar rumah menikmati alam pada waktu-waktu tertentu. Biasakan pula kucing hutan Anda agar mengenal dan berinteraksi dengan kucing lainnya.

Lakukan Vaksinasi bagi Tubuh Kucing

Struktur tubuh kucing hutan memang lebih kuat dari kucing biasa, namun bukan berarti bisa bebas dari penyakit. Saat Anda pertama kali mengadopsi kucing hutan, pastikan untuk segera melakukan vaksinasi agar tubuhnya bisa terbiasa dengan lingkungan rumah. Vaksin juga berfungsi menghindarkan kucing dari serangan virus dan bakteri berbahaya.

Harga Kucing Hutan Jawa

Kucing hutan mempunyai beberapa jenis ras yang bisa dipelihara. Hanya saja memang tidak mudah mendapatkannya. Apalagi Anda perlu berhati-hati untuk membedakan mana kucing hutan yang boleh dipelihara dan mana yang tidak boleh karena termasuk satwa dilindungi.

harga kucing hutan jawa

Kucing hutan Jawa umumnya dijual dengan harga mulai dari Rp 1.000.000 untuk tiap ekor kucing berusia satu tahun. Sementara itu untuk kucing hutan yang masih anakan harganya berkisar antara Rp 350.000—Rp 500.000 tiap ekor.

Kucing Hutan Jawa Barat

Kucing hutan yang hidup di wilayah Jawa Barat merupakan salah satu jenis yang endemik atau khas dari Indonesia. Kucing ini cukup langka, karena tidak bisa ditemukan di tempat lain. Kucing jenis ini biasanya tinggal jauh di dalam hutan, meskipun terkadang menghampiri pemukiman manusia untuk mencari makan. Inilah karakteristik kucing hutan di Jawa Barat yang perlu Anda ketahui.

Kucing dengan Banyak Nama

Kucing hutan Jawa Barat sering disebut dengan kucing congkok, macan akar, macan rembah, macan kuwuk, atau meong congok. Secara genus kucing ini masuk ke dalam keluarga Prionailurus bengalensis javanensis yang mirp dengan macan, sehingga tidak heran jika orang-orang pun menjulukinya macan.

Corak Fisik Eksotis

Kucing hutan ini mempunyai warna utama kecoklatan sebagaimana kucing hutan lain. Hanya saja corak bulunya terdapat warna kekuningan dengan garis belang hitam yang menjulang dari kepala menuju tengkuk. Corak inilah yang membuatnya semakin tampak seperti macan. Pada bagian tubuhnya terdapat totol hitam.

Perbedaan Kucing Hutan Jawa dan Sumatera

Kucing hutan terdiri dari beberapa jenis yang tinggal di wilayah berbeda. Di Indonesia sendiri kucing hutan hidup alami di daerah Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Apabila dilihat dari fisiknya, perbedaan masing-masing kucing terletak pada corak dan panjang tubuh. Tidak ada perbedaan yang signifikan, terutama pada jenis perawatannya. Berikut ini perbedaan mendasar kucing hutan Jawa dan Sumatera.

Bentuk Fisik

Kucing hutan yang hidup di Jawa mempunyai postur tubuh yang besar, warnanya coklat gelap, serta corak totolnya tersebar rapi menyerupai harimau. Sementara itu kucing hutan Sumatera ada yang termasuk dalam jenis Emas Asia yakni mempunyai postur tubuh besar dengan warna oranye keemasan. Panjang tubuhnya mencapai 66—105 cm dan ekornya sekitar 40—57 cm.

Habitat Alami

Sesuai dengan namanya, habitat alami kucing hutan ada yang mendiami Pulau Jawa dan Sumatera. Kucing hutan Jawa biasanya hidup di area hutan dengan pepohonan cukup rindang dan banyak didapati binatang kecil sebagai santapan. Sedangkan kucing hutan Sumatera umumnya bisa dijumpai pada hutan rimbun dengan area berbatu.

Kebiasaan Kucing Hutan Jawa

Kucing hutan di Jawa kerapkali dijumpai berada mendekati pemukiman penduduk. Hal ini karena kucing hutan di Jawa tidak sepenuhnya menjauhkan diri dari kehidupan manusia. Berbeda dengan kucing hutan Sumatera yang mengisolasi diri pada wilayah hutan jauh dari manusia. Meskipun keduanya sama-sama liar, kucing hutan Sumatera cenderung lebih bebas.

Makanan Kucing Hutan Jawa

Kucing adalah binatang karnivora yang menyukai makanan berbau daging. Ketika masih di alam bebas, kucing hutan Jawa bisa makan berbagai jenis binatang liar yang berukuran lebih kecil darinya. Adapun ketika sudah dipelihara, kucing ini bisa mengontrol diri agar tidak selalu memburu binatang lain. Anda bisa memberinya makan nasi dengan daging ayam yang telah direbus atau digoreng.

Jangan sekalipun memberikan daging yang masih mentah sebagai makanan kucing ini. Anda perlu membiasakan si kucing agar berperilaku seperti kucing rumahan pada umumnya, salah satunya dengan memberi makanan yang sudah matang.

Apabila kucing Anda masih berusia anak-anak bisa diberi susu formula tanpa laktosa yang bisa membantu tumbuh kembangnya. Jika perlu, tambahkan makanan bernutrisi dari petshop berupa dryfood.

Kucing hutan Jawa adalah satwa unik yang membutuhkan perhatian lebih dalam perawatannya. Hal ini karena kucing ini harus beradaptasi dengan baik dari lingkungan hutan menuju lingkungan rumahan yang jelas berbeda.

Pemberian vaksin juga harus dilakukan agar sistem imun kucing lebih mudah menyesuaikan diri. Poin penting lain dalam memelihara kucing hutan adalah legalitasnya, karena seperti dijelaskan di awal bahwa beberapa jenis kucing ini merupakan golongan satwa yang dilindungi.

Kelebihan Kucing Siam Dibanding Kucing Lainnya

Bagi yang belum tahu kelebihan kucing siam dibanding kucing lain salah satunya adalah kemudahan untuk dipelihara sehingga cocok untuk sobat yang sedang mencari jenis...
kucing
1 min read

Cara Menjaga Kesehatan Kucing Persia

Menjaga kesehatan kucing persia adalah wajib untuk dilakukan oleh pemilik kucing ras jenis ini karena seperti yang kita tahu bahwa harga kucing ini di...
kucing
1 min read

Bolehkah Mengurung Kucing Dalam Kandang ?

Seperti yang kita tahu kucing adalah hewan yang termasuk aktif apalagi pada usia yang relatif masih kecil sehingga tidak disarankan untuk memeliharanya di tempat...
kucing
56 sec read

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.