Bagaimana Cara Merawat Anak Kucing Baru Lahir ?

3 min read

Anak kucing baru lahir membutuhkan perawatan yang sangat ekstra. Bayi kucing sangat sensitif, terutama yang baru lahir sangat rentan terkena penyakit. Apabila tidak hati-hati dalam merawatnya, anak kucing tidak bisa bertahan hidup lama.

Anak Kucing Baru Lahir

Bahkan meskipun ada induknya, anak kucing yang baru lahir perlu diperhatikan sangat detail mulai dari aspek kondisi tubuh, asupan nutrisi, serta perilakunya. Berikut hal-hal penting yang perlu Anda ketahui seputar bayi kucing beserta cara perawatannya.

Cara Merawat Anak Kucing yang Baru Lahir Agar Tidak Mati

Bayi kucing yang berusia 0 minggu mempunyai tubuh yang sangat kecil. Ada banyak kasus di mana bayi kucing mengalami kematian tidak lama setelah lahir. Kematian tersebut bisa disebabkan oleh berbagai faktor.

Bisa jadi bayi kucing tersebut tidak lahir dalam keadaan sehat, bisa pula karena kesalahan alamiah sang induk. Berikut cara merawat anak kucing baru lahir agar tidak mati.

a. Perhatikan Tempat Induk dan Bayi Kucing Bersarang

Induk kucing dan bayinya yang baru lahir harus diberikan tempat bersarang yang nyaman, bersih dan hangat. Bayi kucing yang berusia 0 minggu belum mempunyai sistem pengatur suhu dalam tubuh, sehingga belum bisa bertahan melawan suhu yang dingin. Perhatikan kehangatan sarang sekaligus kebersihannya secara rutin.

b. Perhatikan Detail Kesehatan Bayi Kucing

Anda perlu memperhatikan setiap detail kondisi tubuh bayi kucing. Jika perlu catat berat badannya, suhu tubuhnya, sekaligus bagaimana keadaan fisik bayi kucing. Normalnya anak kucing yang baru lahir mempunyai berat sekitar 75—150 gram. Suhu badan yang normal berkisar antara 35—36 °C sedangkan suhu lingkungan tempat bersarang idealnya 29—32 °C.

c. Berikan Pengawasan Ketat

Anak kucing baru lahir belum bergerak secara sempurna, tapi tidak jarang berpindah posisi. Anda perlu mengawasi secara ekstra pergerakan anak kucing guna memastikannya tidak saling tertindih atau lebih parahnya tertindih tubuh induk. Jika memungkinkan cek dalam intervensi 2 jam sekali. Pastikan pula induk menyusui anak-anaknya.

Cara Merawat Anak Kucing Baru Lahir

Ketika usai melahirkan, biasanya induk kucing tidak akan meninggalkan bayi-bayinya hingga enam jam. Kalaupun si induk meninggalkan tempatnya bersarang kemungkinan karena mencarikan makanan bagi para bayi.

Cara Merawat Anak Kucing Yang Baru Lahir

Secara alamiah induk akan merawat bayi-bayinya. Namun Anda bisa melakukan langkah-langkah berikut ini untuk membantu induk kucing merawat bayinya yang baru lahir.

a. Taruhlah Bayi Kucing Berdekatan dengan Induk

Hal ini perlu Anda lakukan agar sisa-sisa plasenta serta ari-ari yang masih menempel pada tubuh bayi kucing bisa dibersihkan oleh induknya. Anda juga bisa membantu membersihkannya dengan menggunakan sarung tangan dan gunting. Sarung tangan harus dipakai karena induk tidak mau mengurus bayi kucing yang telah berkontak dengan manusia.

b. Bantu Induk Kucing Menyusui Bayinya

Anak kucing baru lahir biasanya akan disusui induknya secara alamiah. Namun pada beberapa kasus induk kucing tidak mau menyusui karena faktor tertentu. Pada kondisi seperti ini, Anda bisa membantu memberikan susu formula pada bayi kucing yang tidak mengandung laktosa. Campurkan susu dengan air matang lalu gunakan pipet untuk menyuapkan pada bayi kucing.

c. Sediakan Penghangat di Tempat Bersarang Bayi Kucing

Anak kucing yang baru lahir belum mempunyai sistem pengatur suhu dalam tubuh secara stabil, sehingga lingkungan sekitarnya perlu tetap hangat. Anda bisa menggunakan selendang atau handuk sebagai alas pada sarang kucing. Selain itu, berikan lampu pijar yang tidak terlalu terang untuk menjaga suhu dalam sarang selalu hangat.

d. Perhatikan Kebersihan Tubuh Bayi Kucing

Kebersihan tubuh bayi kucing harus selalu diperhatikan karena sangat mudah kotor. Bersihkan secara rutin area tubuh khususnya di sekitar tali pusar dan anus, karena area tersebut sangat mudah kotor. Apabila tidak dibersihkan bisa menjadi tempat berkembang biak bakteri dan kuman yang bisa menyebabkan penyakit pada bayi kucing.

Cara Merawat Anak Kucing Baru Lahir yang Ditinggal Induknya

Ada banyak kondisi yang menyebabkan bayi kucing lahir kemudian ditinggal induknya. Bisa saja karena induknya mati, induknya tidak mau merawat, atau faktor lainnya. Apabila Anda merawat bayi kucing tanpa induk maka yang harus dilakukan adalah menggantikan sifat-sifat perawatan alamiah dari si induk. Berikut cara merawat anak kucing baru lahir yang ditinggal oleh induknya.

Cara Merawat Anak Kucing Baru Lahir

a. Buatkan Tempat Bersarang

Sediakan tempat bersarang bagi bayi kucing hingga cukup kuat untuk bergerak sendiri. Setidaknya sampai usia 3 atau 4 minggu pastikan kondisi sarang selalu hangat dan nyaman ditempati. Letakkan handuk atau selimut penghangat serta lampu pijar di sarang.

b. Bersihkan Tubuh Bayi Kucing

Bersihkan kotoran yang masih menempel di tubuh bayi kucing. Pakailah sarung tangan untuk membersihkan sisa plasenta dan ari-ari yang bisa menimbulkan bau tidak enak. Bersihkan pula kotoran yang menggumpal pada bagian mata bayi kucing.

c. Berikan Susu Formula Tanpa Laktosa

Anak kucing baru lahir perlu asupan nutrisi yang mencukupi. Berikan susu formula khusus kucing yang tidak mengandung laktosa, Anda bisa mendapatkan di petshop terdekat. Gunakan pipet kecil untuk menyuapkan susu ke mulut bayi kucing.

d. Pijat Perut Bayi Kucing untuk Membantunya Buang Air

Sebelum dan setelah memberi makan bayi kucing Anda perlu memijat perut dan area genitalnya. Hal ini bertujuan untuk membantu bayi kucing poop atau pee. Selain itu bisa juga dengan menggunakan bola kapas basah untuk merangsang proses pembuangan.

Susu untuk Anak Kucing Baru Lahir

Anak kucing baru lahir secara alamiah mendapatkan asupan nutrisi dari ASI induk. Namun pada bayi kucing tanpa induk ada alternatif lain agar bisa tetap mendapatkan nutrisi susu. Pertama dengan memberikan induk ASI kucing lain, meskipun cara ini tidak berlaku pada semua induk.

Beberapa induk tidak mau memberikan ASI pada kucing selain bayinya sendiri. Kedua dengan memberikan susu formula bebas laktosa khusus bayi kucing yang bisa Anda dapatkan di petshop terdekat.

Anak Kucing Persia Baru Lahir

Anak kucing ras Persia membutuhkan perawatan yang tidak jauh berbeda dengan kucing domestik. Namun induk kucing Persia cenderung lebih sering bersama anaknya, tidak seperti induk kucing domestik yang sering pergi. Bulu bayi kucing Persia lebih panjang, serta bentuk wajahnya tidak terlalu runcing dengan hidung yang sedikit pesek.

Anak Kucing Persia Baru Lahir

Anak Kucing Anggora Baru Lahir

Anak kucing baru lahir ras Anggora mempunyai ciri-ciri yang hampir sama dengan bayi kucing domestik. Mata bayi kucing Anggora berwarna kuning atau biru terang. Hidungnya mancung dan sedikit menjorok ke atas (peak-nose). Telinga bayi kucing Anggora berbentuk segitiga dengan jarak keduanya tidak terlalu jauh. Tubuhnya berukuran kecil menyerupai mencit.

Anak Kucing Anggora Baru Lahir

Itulah hal-hal penting yang harus Anda ketahui seputar anak kucing baru lahir beserta perawatannya. Merawat bayi kucing harus sangat hati-hati. Bayi kucing hingga menjadi anak kucing memerlukan waktu yang cukup panjang, selama itu pula perlu perawatan ekstra guna memastikan mereka mendapat asupan nutrisi dan pola hidup yang baik.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.